DAMPAK PEMANASAN GLOBAL PADA KEHIDUPAN

Perubahan iklim dunia merupakan tantangan yang paling serius yang dihadapi pada abad 21. Perubahan iklim merupakan salah satu dampak dari pemanasan global yang diakibatkan adanya efek rumah kaca karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca ini sebagaian besar diakibatkan oleh karena produksi dan pemanfaatan energi fosil. CO2 merupakan gas rumah kaca yang kontribusinya terhadap pemanasan global mencapai lebih dari 60% dari total gas rumah kaca yang ada.Sebagian besar pakar lingkungan sepakat bahwa terjadinya perubahan iklim merupakan salah satu dampak dari pemanasan global. Meskipun masih belum sepenuhnya dimengerti dengan pasti.
Pemanasan global dapat terjadi karena adanya efek rumah kaca. Gas rumah kaca yang berada di atmosfer bumi dapat disamakan dengan tabir kaca pada pertanian yang menggunakan rumah kaca. Panas matahari yang berupa radiasi gelombang pendek masuk ke bumi dengan menembus tabir gas rumah kaca tersebut. Sebagian panas diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke luar angkasa sebagai radiasi gelombang panjang.Namun, panas yang seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa menyentuh permukaan tabir dan terperangkap di dalam bumi. Seperti proses dalam pertanian rumah kaca, sebagian panas akan ditahan di permukaan bumi dan menghangatkan bumi.Tanpa efek rumah kaca ini maka suhu dipermukaan bumi akan lebih rendah dari yang ada sekarang sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Permasalahan muncul ketika konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer bertambah.Dengan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, maka akan semakin banyak panas yang ditahan di permukaan bumi dan akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat. Kondisi ini sering disebut pemanasan global.
Efek rumah kaca adalah proses masuknya radiasi dari sinar matahari dan karena ada GRK (Gas rumah kaca) maka radiasi tersebut terjebak di dalam atmosfer sehingga menaikkan suhu permukaan bumi. GRK inilah yang menyerap gelombang panas dari sinar matahari yang dipancarkan bumi. Peningkatan suhu bumi ini sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut sebuah konfrensi tentang perubahan iklim di inggris bila suhu bumi meningkat lebih dari 2 0C maka sebagian spesies akan punah dan bahkan ekosistem bisa hancur, kelaparan akan terjadi dimana khususnya di negara berkembang dan air bersih aka menjadi barang yang sangat langka. Pemanasan global yang berhubungan langsung dengan perubahan iklim berdampak sangat luas terhadap kehidupan di bumi ini. Menurut ahli geologi sejak 1 juta tahun yg lalu sudah 10 kali suhu bumi meningkat dan selalu berkorelasi dengan peningkatan CO2 di bumi. Akan tetapi yang paling menghawatirkan adalan pemanasan yg terjadi dalam 20 tahun terakhir ini, pemanasan yg terjadi sudah melebihi pemanasan yg terjadi pada jaman medieval (1000 tahun yg lalu). pada jaman itu bumi juga mengalami pemanasan.
Bukti dampak dari pemanasan global akhir-akhir ini sudah sering ditemui. Selain menyusutnya es di kutub utara, iklim yg tidak menentu dan seringnya terjadi badai merupakan efek lain dari pemanasan global. Menurut penelitian di Belanda, anak burung koolmees yaitu burung pemakan serangga menetas jauh sebelum waktu yang seharusnya. Mereka kekurangan pangan karena belum musim ulat, sebagai akibat dari perubahan siklus iklim.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi :
a.Gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai
b.Gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara
c.Gangguan terhadap permukiman penduduk,
d.Pengurangan produktivitas lahan pertanian
e.Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb.

Dampak yang mudah terlihat adalah frekuensi dan skala banjir serta musim kering yang panjang, yang terjadi di banyak bagian dunia. jika tidak ada upaya yang dilakukan secara global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, maka pada tahun 2100 suhu bumi akan meningkat hingga 5,8 derajat C. Dipastikan, sebagian besar ekosistem tidak mampu beradaptasi jika terjadi kenaikan suhu bumi secara global lebih dari dua derajat C dari kondisi yang biasa dialami, maka akan terjadi kepunahan banyak spesies.
Berdasarkan laporan IPCC, April 2007, bahwa kerentanan dan adaptasi akibat perubahan iklim telah menyebabkan sekitar 30 persen tumbuhan dan hewan akan meningkat risiko kepunahannya jika kenaikan temperatur global rata-rata di atas 1,5-2,5 derajat C. Dampak perubahan iklim sudah terjadi, sekarang dan akan makin menjadi parah di masa yang akan datang. Mulai dari kebakaran hutan, pemutihan karang, gagal panen, dan punahnya beberapa spesies. Dampak perubahan iklim terhadap spesies sebagai komponen keanekaragaman hayati adalah berupa perubahan dalam kisaran penyebaran, meningkatnya tingkat kelangkaan, perubahan waktu reproduksi, dan perubahan dalam lamanya suatu musim tanam.
Jika dari sekarang tidak dilakukan upaya pencegahan, maka pada tahun 2100, dua pertiga dari spesies yang ada di bumi akan hilang. Kekeringan, kebakaran, munculnya berbagai macam penyakit tropis (malaria dan DB), banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di indonesia merupakan salah satu efek dari pemanasan global, walaupun tanpa harus memungkiri ada pengaruh-pengaruh lain dari peristiwa-peristiwa itu.
Pemanasan global juga membawa ancaman terhadap terumbu karang Indonesia, yang merupakan jantung kawasan segitiga karang dunia (heart of global coral triangle). Terumbu karang dunia dalam kondisi yang memprihatinkan. Pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan dari sebagian besar ekosistem dunia yang amat berharga. Bahkan kehidupan liar yang ada di tempat-tempat konservasipun tidak bisa menghindari ancaman besar ini. Apabila tingkat konsentrasi CO2 di atmosfer dalam 100 tahun mendatang meningkat dua kali lipat, maka lebih dari 80 persen dari ekoregion yang diteliti akan punah.
Dampak pemanasan global di Indonesia adalah sebagai berikut:
A. Akibat yang bersifat menguntungkan :
Bertambahnya produktifitas tanaman di daerah beriklim dingin
Menurunnya resiko kerusakan tanaman pertanian oleh cekaman dingin
Meningkatnya runoff yang berarti meningkatnya debit aliran air pada daerah kekurangan air
Berkurangnya tenaga listrik untuk pemanasan
Menurunnya angka kesakitan dan angka kematian oleh cekaman dingin
B. Akibat yang bersifat merugikan :
Meningkatnya tingkat kematian dan penyakit serius pada manula dan golongan miskin perkotaan
Meningkatnya cekaman panas pada binatang liar dan ternak
Perubahan pada tujuan wisata
Meningkatnya resiko kerusakan sejumlah tanaman pertanian
Meningkatnya tenaga listrik untuk pendinginan
Memperluas kisaran dan aktivitas beberapa hama dan vektor penyakit
Meningkatnnya banjir, erosi dan tanah longsor
Meningkatnya runoff yang berarti meningkatnya debit aliran air pada daerah basah

Untuk mencegah terjadinya pemanasan global perlu upaya global dalam mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca sesegera mungkin. Hal ini dapat dicapai dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mencegah penggundulan hutan serta melakukan reboisasi. Ada dua hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan besarnya emisi gas rumah kaca disektor pengguna energi, yaitu: melakukan konservasi energi dan menggunakan teknologi energi bersih yang tidak menimbulkan emisi gas rumah kaca. Namum dalam implementasinya perlu suatu mekanisme karena upaya tersebut biasanya memerlukan tambahan biaya. Sehingga sejak dini perlu diadakanya penghijauan terutama pada daerah perkotaan yang padat dengan penduduk sehingga dengan penghijauan atau penanaman pohon dapat membantu penyerapan pemanasan global dan menciptakan lingkungan yang penuh dengan oksigen dan bebas dari segala ancaman pemanasan global.

  © Free Blogger Templates Wild Birds by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP